Langsung ke konten utama

Suara Wanita Aurat

Apakah Suara Wanita Itu Termasuk Aurat?

Kita sering mendengar orang bilang, "Eh, jangan teriak-teriak, kalo ngomong tu pelan-pelan aja. Suara Wanita itu aurat lho!"
Pertanyaanya, "Benarkah?"
Sebenernya ada benernya juga sih, kita kalo ngomong sama orang ya pelan-pelan aja yang penting orangnya dengar. Tapi, apa iya kalau kita teriak-teriak itu aurat?

Ok, akan kita jawab. Coba lihat Q.S. Al-Ahzab: 32, yang artinya, "Karena itu janganlah kamu tunduk dalam berbicara, sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan yang baik."

Nah, jelas kan. Yang dimaksud dengan "tunduk" itu adalah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang untuk bertindak yang tidak baik terhadap mereka. Contohnya, suara yang manja, merayu, mendesah-desah, dan dibuat-buat untuk memancing birahi atau nafsu syahwat laki-laki yang bukan suaminya.
Yang dimaksud dengan, "dalam hati mereka ada penyakit" itu adalah orang yang memiliki penyakit hati seperti niat berbuat serong atau berzina dengan wanita.

Jadi, ucapan yang baik dan sopan itu bukan aurat. Tapi, ucapan yang tidak baik dan tidak sopan itu termasuk aurat.
Kemudian, dalam kitab "Al-Fiqih Alal Madzahibil Arba'ah" menjelaskan, bahwa suara wanita yang baik dan sopan bukanlah aurat, sebab istri-istri Rasulullah Saw. berbicara dengan para sahabat yang bertanya soal hukum-hukum agama dan isteri-isteri beliau menjawabnya.
Jadi, kita sebagai wanita seharusnya berbicara yang baik dan sopan, dan tidak untuk mencari perhatian atau memancing syahwat laki-laki.



Komentar